Anggota TNI di Wonosobo Tewas Dibacok, Pelaku Berhasil Dibekuk Tim Gabungan Polisi dan TNI 15-9-2025

- Editor

Senin, 15 September 2025 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wonosobo,TimeOfjava, com

Malam mencekam terjadi di sebuah kafe kawasan Sapuran, Kabupaten Wonosobo. Seorang anggota TNI, Serda Rahman Setiawan (41), tewas setelah dibacok oleh seorang pria bernama Iwan (35), warga Dusun Merapi, Desa Sedayu, Kecamatan Sapuran. Peristiwa itu berlangsung pada Minggu (14/9) dini hari sekitar pukul 00.05 WIB di Resto Shaka, Desa Jolontoro, Sapuran.

“Korban, yang sehari-hari bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 05/Kejajar Kodim 0707/Wonosobo, semula datang ke kafe tersebut sekitar pukul 20.00 WIB. Ia diketahui mengobrol dengan salah satu kasir kafe bernama Leni (40) di lobi. Suasana masih normal hingga menjelang tengah malam.

ADVERTISEMENT

Iklan Bos

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekitar pukul 23.55 WIB, Serda Rahman mendengar adanya keributan di salah satu ruangan karaoke, yakni Room Infinic 3. Saat hendak melerai, korban justru terlibat cekcok dengan Iwan. Adu mulut itu berlanjut hingga ke area parkir kafe.

 

Situasi memanas dan berakhir tragis. Tepat pukul 00.05 WIB, Iwan yang kehilangan kendali membacok leher korban dengan senjata tajam. Serda Rahman roboh bersimbah darah, sementara pelaku langsung melarikan diri menggunakan mobil Avanza Veloz warna putih.

“Korban segera dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS PKU Wonosobo. Namun, sekitar pukul 00.30 WIB, tim medis menyatakan nyawanya tidak tertolong. Kabar duka itu segera menyebar dan menggemparkan jajaran Kodim 0707/Wonosobo serta masyarakat sekitar.

Komandan Kodim 0707/Wonosobo bersama Unit Intel Kodim langsung berkoordinasi dengan Polsek Sapuran dan Polres Wonosobo untuk melakukan pengejaran. Tim Resmob Polres dibantu aparat TNI bergerak cepat melacak keberadaan pelaku.

Kerja sama lintas institusi tersebut membuahkan hasil. Berdasarkan informasi yang diterima, Senin (15/9) sore, Iwan akhirnya berhasil ditangkap. Belum diketahui secara detail lokasi penangkapan, namun pelaku kini sudah diamankan aparat gabungan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Kasus ini menyita perhatian publik lantaran melibatkan seorang anggota TNI aktif yang sedang menjalankan perannya sebagai Babinsa di wilayah Kertek. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai motif pelaku melakukan pembacokan. Polisi masih mendalami apakah insiden tersebut dipicu perselisihan pribadi, pengaruh alkohol, atau faktor lain.

 

Sementara itu, jenazah Serda Rahman telah diserahkan kepada keluarga di Desa Sijambu, Kecamatan Kertek, untuk dimakamkan secara militer. Suasana duka menyelimuti rumah duka, mengingat almarhum dikenal sebagai sosok ramah yang dekat dengan masyarakat binaannya.

 

Kepolisian dan TNI memastikan proses hukum terhadap pelaku akan berjalan sesuai aturan. “Kami berkomitmen mengusut tuntas kasus ini. Tidak ada yang kebal hukum,” tegas salah satu perwira di Wonosobo.

 

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa potensi konflik di ruang publik bisa berujung fatal bila tidak dikendalikan. Aparat mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terpancing emosi.(Time)

Komentar Anda

Penulis : Time

Berita Terkait

Terungkap! Mayat di Aliran Sungai Megaluh Jombang Berawal dari Cemburu dan Miras Selasa-21-April-2026
Diduga Rugikan Korban 38jt Pengusaha Rental di Sentul Tembelang Jombang Di Laporkan Kepada Pihak Yang Berwajib.
Time Resmob Polres Mojokerto Operasi Tangkap Tangan (OTT) Oknom Wartawan  Di duga Melakukan Pemerasan. Minggu-15- Maret-2026
Perguruan Silat Berencana Bentrok  Di Gagalkan Polres Jombang ,Sita  Celurit Yang Panjangnya 1,5 m Senin-2-Febr-2026
Reskrim Polres Jombang Amankan 17 Tersangka Curanmor,10 Di Antaranya Residivis. Senin-26- Januari-2026
Harta Rp18,4 Miliar Tak Cegah OTT KPK, Ironi Kekayaan Wali Kota Madiun Maidi Wali Kota Madiun Maidi terjaring OTT KPK meski memiliki harta kekayaan Rp18,4 miliar berdasarkan LHKPN. Kasus ini menyoroti ironi kekayaan pejabat dan dugaan fee proyek serta dana CSR. 
Breaking News! KPK Tangkap Wali Kota Madiun Terkait Dugaan Fee Proyek KPK menggelar OTT di Kota Madiun dan mengamankan 15 orang, termasuk Wali Kota Maidi. Sembilan orang dibawa ke Jakarta. OTT diduga terkait fee proyek dan dana CSR, dengan barang bukti uang ratusan juta rupiah. 19 -Januari- 2026 
MENCEKAM! Ratusan Remaja Bersenjata Tajam Serang Dusun Santren Jombang 16- Januari -2026

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 12:34 WIB

Terungkap! Mayat di Aliran Sungai Megaluh Jombang Berawal dari Cemburu dan Miras Selasa-21-April-2026

Kamis, 9 April 2026 - 08:32 WIB

Diduga Rugikan Korban 38jt Pengusaha Rental di Sentul Tembelang Jombang Di Laporkan Kepada Pihak Yang Berwajib.

Minggu, 15 Maret 2026 - 17:46 WIB

Time Resmob Polres Mojokerto Operasi Tangkap Tangan (OTT) Oknom Wartawan  Di duga Melakukan Pemerasan. Minggu-15- Maret-2026

Senin, 2 Februari 2026 - 13:29 WIB

Perguruan Silat Berencana Bentrok  Di Gagalkan Polres Jombang ,Sita  Celurit Yang Panjangnya 1,5 m Senin-2-Febr-2026

Senin, 26 Januari 2026 - 11:47 WIB

Reskrim Polres Jombang Amankan 17 Tersangka Curanmor,10 Di Antaranya Residivis. Senin-26- Januari-2026

Berita Terbaru

Peristiwa

Senin, 11 Mei 2026 - 18:06 WIB

Peristiwa

Senin, 11 Mei 2026 - 17:41 WIB