Wonosobo,TimeOfjava, com–
Malam mencekam terjadi di sebuah kafe kawasan Sapuran, Kabupaten Wonosobo. Seorang anggota TNI, Serda Rahman Setiawan (41), tewas setelah dibacok oleh seorang pria bernama Iwan (35), warga Dusun Merapi, Desa Sedayu, Kecamatan Sapuran. Peristiwa itu berlangsung pada Minggu (14/9) dini hari sekitar pukul 00.05 WIB di Resto Shaka, Desa Jolontoro, Sapuran.
“Korban, yang sehari-hari bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 05/Kejajar Kodim 0707/Wonosobo, semula datang ke kafe tersebut sekitar pukul 20.00 WIB. Ia diketahui mengobrol dengan salah satu kasir kafe bernama Leni (40) di lobi. Suasana masih normal hingga menjelang tengah malam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekitar pukul 23.55 WIB, Serda Rahman mendengar adanya keributan di salah satu ruangan karaoke, yakni Room Infinic 3. Saat hendak melerai, korban justru terlibat cekcok dengan Iwan. Adu mulut itu berlanjut hingga ke area parkir kafe.
Situasi memanas dan berakhir tragis. Tepat pukul 00.05 WIB, Iwan yang kehilangan kendali membacok leher korban dengan senjata tajam. Serda Rahman roboh bersimbah darah, sementara pelaku langsung melarikan diri menggunakan mobil Avanza Veloz warna putih.
“Korban segera dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS PKU Wonosobo. Namun, sekitar pukul 00.30 WIB, tim medis menyatakan nyawanya tidak tertolong. Kabar duka itu segera menyebar dan menggemparkan jajaran Kodim 0707/Wonosobo serta masyarakat sekitar.
Komandan Kodim 0707/Wonosobo bersama Unit Intel Kodim langsung berkoordinasi dengan Polsek Sapuran dan Polres Wonosobo untuk melakukan pengejaran. Tim Resmob Polres dibantu aparat TNI bergerak cepat melacak keberadaan pelaku.

Kerja sama lintas institusi tersebut membuahkan hasil. Berdasarkan informasi yang diterima, Senin (15/9) sore, Iwan akhirnya berhasil ditangkap. Belum diketahui secara detail lokasi penangkapan, namun pelaku kini sudah diamankan aparat gabungan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus ini menyita perhatian publik lantaran melibatkan seorang anggota TNI aktif yang sedang menjalankan perannya sebagai Babinsa di wilayah Kertek. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai motif pelaku melakukan pembacokan. Polisi masih mendalami apakah insiden tersebut dipicu perselisihan pribadi, pengaruh alkohol, atau faktor lain.
Sementara itu, jenazah Serda Rahman telah diserahkan kepada keluarga di Desa Sijambu, Kecamatan Kertek, untuk dimakamkan secara militer. Suasana duka menyelimuti rumah duka, mengingat almarhum dikenal sebagai sosok ramah yang dekat dengan masyarakat binaannya.
Kepolisian dan TNI memastikan proses hukum terhadap pelaku akan berjalan sesuai aturan. “Kami berkomitmen mengusut tuntas kasus ini. Tidak ada yang kebal hukum,” tegas salah satu perwira di Wonosobo.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa potensi konflik di ruang publik bisa berujung fatal bila tidak dikendalikan. Aparat mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terpancing emosi.(Time)
Penulis : Time







