Nganjuk-Time of Java.com
Kabupaten Nganjuk kembali menjadi perhatian nasional setelah digelarnya kegiatan Panen Raya Kedelai Ketahanan Pangan TNI AL Tahun 2026 yang dihadiri langsung Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama sejumlah pejabat tinggi negara, jajaran TNI, pemerintah daerah, serta kelompok tani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut juga turut dihadiri Anggota DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang dikenal dengan nama Titiek Soeharto, sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang saat ini terus digencarkan pemerintah.
Dalam sambutannya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program pertanian kedelai di Kabupaten Nganjuk, khususnya jajaran Kodam V/Brawijaya, TNI AL, pemerintah daerah, dan para petani.
Menurut Panglima TNI, keterlibatan TNI dalam sektor pangan merupakan bagian dari upaya membantu pemerintah menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi lahan produktif.
“Harapan kita program ini ke depan dapat terus dikembangkan di seluruh jajaran TNI. Keberhasilan di Kabupaten Nganjuk ini akan menjadi pilot project yang nantinya dilanjutkan ke daerah lain seperti Banyuwangi dan wilayah lainnya demi mendukung peningkatan produksi pangan nasional,” ujar Jenderal Agus Subiyanto.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan kementerian terkait juga memaparkan kondisi kebutuhan kedelai nasional yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data yang disampaikan, kebutuhan kedelai nasional mencapai sekitar 2,6 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 270 ribu ton.
Akibatnya, Indonesia masih bergantung pada impor kedelai hingga sekitar 90 persen guna memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama untuk bahan baku tahu dan tempe yang menjadi konsumsi utama sehari-hari.
Melalui program Panen Raya Kedelai Ketahanan Pangan TNI AL Tahun 2026 ini, pemerintah bersama TNI berharap target swasembada kedelai nasional dapat tercapai secara bertahap melalui perluasan lahan tanam, pendampingan petani, serta peningkatan hasil produksi.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, kementerian terkait, dan kelompok tani dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor dari luar negeri.
Acara kemudian ditutup dengan pemberian apresiasi kepada para petani dan pihak-pihak yang dinilai berkontribusi dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan di Kabupaten Nganjuk.
Semangat kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk terus mengembangkan sektor pertanian demi mewujudkan Indonesia yang mandiri dan kuat dalam bidang pangan nasional.
(Tarmadi kohtier)
Penulis : Tarmadi kohtier







