Jombang-Timeofjava.com-
Timbunan sampah di area new landfill TPA Banjardowo kian menggunung (25/9).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Timbulan sampah di Kabupaten Jombang mencapai sekitar 530 ton per hari.
Area landfill lama di TPA Gedangkeret, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang resmi ditutup sejak akhir 2024.
Kini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang mengandalkan area baru seluas 4,5 hektare di sisi barat lokasi lama.
“Pantauan Awak Media ,Timeofjava.com- kamis (25/9), area landfill lama tampak penuh dan ditumbuhi semak belukar.
Pembuangan sampah kini dialihkan ke new landfill. Beberapa petugas terlihat sibuk mengoperasikan excavator mengurai tumpukan sampah yang terus berdatangan.
DLH mencatat, timbunan sampah harian mencapai 530 ton. Dari jumlah itu, sebanyak 157 ton yang tertangani.
“Sebanyak 82,27 ton berhasil direduksi melalui program pemilahan dan pengelolaan. Sisanya, sekitar 290 ton per hari, masih belum terkelola.
”Jumlah timbulan sampah hampir sama dengan tahun lalu. Karena jumlah penduduk kita diestimasikan 1,4 juta jiwa dan tidak naik secara regresif,” ujar Sekretaris DLH Jombang, M. Amin Kurniawan.
Amin menjelaskan, landfill lama seluas 4 hektare ditutup sejak 2024 sebagai bagian dari komitmen pembangunan TPA oleh Kementerian PUPR
.”Landfill lama selain sudah penuh, juga ditutup sebagai bagian dari komitmen kami terhadap program pembangunan TPA dari Kementerian PUPR,” jelasnya.
“Sementara itu, penanganan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar. Sampai saat ini, jumlah sampah yang tidak tertangani jauh lebih banyak daripada yang berhasil dikelola.
DLH terus mendorong pengurangan sampah dari sumbernya.
Mulai dari optimalisasi bank sampah, pemilahan rumah tangga, hingga pemanfaatan sampah organik untuk kompos. ”Tanpa partisipasi masyarakat, beban TPA akan semakin berat,” tegas Amin. (Time)
Penulis : Time







