L
Jombang-Timeofjava com-
Jumlah siswa sekolah menengah tingkat atas (SMA, SMK dan MA) negeri dan swasta Kabupaten Jombang yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada jenjang SMA dan SMK, tahun ini total ada 925 siswa yang diterima. Rinciannya 746 siswa SMA, terdiri dari 445 siswa SMA negeri dan 301 siswa SMA swasta. Serta 179 siswa SMK, terdiri dari 95 SMK negeri dan 84 siswa SMK swasta.
Dibanding tahun lalu, jumlah itu mengalami peningkatan yang cukup banyak. Pada 2025 tercatat sebanyak 777 siswa diterima melalui jalur SNBP. Terdiri dari 666 siswa SMA negeri maupun swasta dan 111 siswa SMK negeri maupun swasta.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, menegaskan, data tersebut masih bersifat dinamis dan terus diperbarui seiring proses pendataan yang masih berjalan di masing-masing sekolah.
”Data masih terus bergerak, data yang kami sampaikan diambil per Jumat (3/4) pukul 15.00 WIB. Data yang dinamis ini tidak hanya terjadi di Jombang, tapi se-Jatim, karena yang bisa membuka diterima atau tidak, melalui akun siswa,’’ jelasnya.
Eko mengapresiasi siswa yang telah lolos SNBP. Bagi siswa yang belum berhasil, ia minta untuk tetap semangat melanjutkan perjuangan melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Menurutnya, peluang masuk PTN melalui jalur SNBP sebenarnya cukup terbuka, namun perlu strategi yang matang dalam menentukan pilihan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya membaca data penerimaan tiga tahun terakhir sebagai bahan pertimbangan dalam memilih program studi.
’’Kami ajak teman-teman untuk mencermati data tiga tahun terakhir. Ini penting untuk menentukan langkah agar peluang diterima lebih besar,’’ jelasnya.
“Eko telah mengumpulkan guru bimbingan konseling (BK) dan kepala sekolah guna memberikan pendampingan kepada siswa. Agar siswa lebih cermat dan teliti dalam memilih jurusan, dengan mempertimbangkan minat, dukungan orang tua, serta peluang yang ada.
’’Target kami tiap tahun yang lolos SNBP harus meningkat,’’ tegasnya.
Sama seperti SMA SMK, jumlah siswa Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Jombang yang diterima di PTN melalui jalur SNBP 2026 juga mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jombang, pada 2025 tercatat sebanyak 383 siswa MA lolos SNBP. Terdiri dari 255 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan 128 siswa Madrasah Aliyah Swasta (MAS). Sementara pada 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi 465 siswa. Rinciannya, 284 siswa MAN dan 181 siswa MAS.
Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kemenag Jombang, Nur Khojin, menyampaikan, data tersebut masih bersifat dinamis. Khususnya dari madrasah swasta yang belum seluruhnya melaporkan capaian.
’’Untuk MAN sudah terdata 284 siswa yang lolos, kemungkinan juga masih bisa bertambah. Sementara MA swasta belum semua melaporkan. Dari 88 madrasah baru 24 MAS yang melapor dengan jumlah sementara 176 siswa,” ungkapnya.
Capaian tersebut menunjukkan adanya tren peningkatan dibanding tahun pelajaran sebelumnya. Pihaknya akan melakukan analisis lebih lanjut untuk dijadikan bahan evaluasi dan peningkatan prestasi ke depan.
“Pasca pengumuman SNBP, Kemenag Jombang juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pendampingan bagi siswa yang dinyatakan lolos, terutama terkait proses pemberkasan hingga daftar ulang di perguruan tinggi tujuan.
”Pendampingan dilakukan untuk memastikan siswa yang lolos dapat menyelesaikan seluruh tahapan administrasi dengan baik,” tambahnya.
Data capaian SNBP akan disosialisasikan ke seluruh madrasah sebagai upaya akselerasi peningkatan prestasi pada tahun berikutnya.
Bagi siswa yang belum lolos jalur prestasi, madrasah juga memberikan pembinaan untuk menghadapi jalur tes seperti UTBK dan UMPTKIN. Sejumlah madrasah bahkan menjalin sinergi dengan lembaga bimbingan belajar guna meningkatkan kesiapan siswa.
’’Ada juga madrasah yang fokus pada vokasi, sehingga penguatan pembimbingan diarahkan ke dunia usaha dan dunia industri (DUDI),’’ ungkapnya. (Red)







