Jombang,Timeofjava.com
Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat di Lapangan Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Minggu (17/8/2025). Ratusan peserta yang terdiri dari unsur Forkopimcam, pelajar, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat setempat mengikuti jalannya upacara dengan penuh semangat kebangsaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Camat Bandarkedungmulyo, Hariyanto, S.Sos, M.Si bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam sambutannya, ia tidak hanya mengingatkan arti penting kemerdekaan, tetapi juga menyinggung isu yang belakangan menjadi perhatian masyarakat, yakni Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
“Hariyanto menyampaikan bahwa kondisi PBB di wilayah Kecamatan Bandarkedungmulyo relatif kondusif. Menurutnya, pemerintah kecamatan bersama Dispenda Kabupaten Jombang telah menyiapkan mekanisme yang jelas apabila terjadi keberatan dari masyarakat.

“Bagi warga yang merasa ada kenaikan PBB, silakan mengajukan keberatan ke Dispenda Kabupaten Jombang. Nantinya akan langsung ditindaklanjuti di lapangan oleh petugas. Dengan mekanisme ini, masyarakat benar-benar tidak perlu merasa resah,” tegasnya.
“Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan hasil pertemuan antara **Bupati Jombang dengan DPRD Kabupaten Jombang pada 11 Agustus 2025**, yang membahas arah kebijakan terkait Peraturan Daerah (Perda) tentang PBB.

“Dalam kesempatan tersebut, Hariyanto juga mengumumkan kabar baik bagi masyarakat. Sesuai hasil pembahasan bersama, Perda yang berlaku sejak 2023 akan mengalami penyesuaian. Namun, pemerintah kabupaten memastikan bahwa mulai tahun 2026 hingga 2030 tidak akan ada kenaikan PBB.
“Ini adalah bentuk kepastian dari pemerintah daerah untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat. Jadi kami mengimbau warga tetap bersabar, tetap tenang, dan mari kita bersama-sama menunggu kebijakan baru ini terwujud,” ungkapnya.
“Hariyanto menegaskan, apabila di kemudian hari terjadi perubahan PBB, maka hal itu bukan berasal dari kebijakan pemerintah kabupaten, melainkan mengikuti aturan dari pemerintah pusat.

“Selain isu PBB, Hariyanto mengajak seluruh elemen masyarakat Bandarkedungmulyo untuk terus memelihara semangat kebersamaan, gotong royong, dan menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI ini harus kita maknai sebagai momentum memperkuat persatuan dan meningkatkan pengabdian kita kepada bangsa. Dengan kebersamaan, kita bisa mewujudkan kecamatan Bandarkedungmulyo yang maju dan sejahtera,” ujarnya.
“Upacara berlangsung khidmat dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh pasukan paskibra yang berasal dari siswa-siswi SMA/SMK di Bandarkedungmulyo. Derap langkah para anggota paskibra disambut dengan tepuk tangan meriah dari para peserta upacara.
“Di akhir acara, para tokoh masyarakat dan pelajar yang hadir berharap momentum peringatan kemerdekaan ke-80 ini dapat menjadi pemicu semangat untuk terus berkarya dan menjaga kondusivitas wilayah, terutama dalam menyikapi isu-isu sensitif seperti PBB.
“Peringatan HUT ke-80 RI di Kecamatan Bandarkedungmulyo tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga sarana menyampaikan pesan penting terkait pembangunan daerah. Dengan kepastian kebijakan PBB yang lebih menenangkan masyarakat, diharapkan wilayah ini semakin kondusif dan siap menghadapi tantangan pembangunan ke depan.(H.Karnadi)
Penulis : H,Karnadi







