Jombang,Timeofjava.com-
Dugaan intimidasi terhadap siswa SDN Mojongapit 3 Jombang mencuat dan memantik keprihatinan publik. Sejumlah siswa kelas VI dilaporkan mengalami trauma psikologis usai mengekspresikan keprihatinan atas pembongkaran sekolah mereka untuk proyek Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fakta tersebut diungkap Kepala SDN Mojongapit 3, Zumaroh Is’adah, dalam Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar Sabtu malam (13/12/2025). Ia menyampaikan adanya tindakan intimidatif oleh oknum Babinsa dan perangkat desa yang masuk ke ruang kelas saat proses belajar mengajar berlangsung.
Insiden bermula ketika empat siswa memasang poster sederhana bertuliskan “Pray For SDN Mojongapit 3” di halaman sekolah. Aksi polos itu, menurut Zumaroh, justru direspons secara represif. Oknum disebut marah-marah mencari pelaku, membuat siswa ketakutan.
Lebih lanjut, Zumaroh mengungkapkan bahwa keempat siswa tersebut dibawa ke lapangan dan difoto di depan poster sebagai bentuk peringatan, disertai ancaman penyebaran foto bila poster tidak dicopot. “Mereka anak-anak. Ini bukan cara mendidik,” tegasnya, disambut kecaman warga dan wali murid.
Suasana Musdes di Pendopo Balai Desa Mojongapit pun memanas. Warga Dusun Weru dan Paguyuban Wali Murid mengecam keras tindakan yang dinilai tidak berperikemanusiaan. Mereka menegaskan tidak menolak program nasional pemerintah, namun menolak cara-cara represif yang mengorbankan hak dan rasa aman anak.

“Tidak pernah ada rembuk warga. Anak-anak kami justru diintimidasi. Kami minta pembangunan dipindah ke lahan belakang agar hak belajar tetap terjaga,” tegas perwakilan wali murid.
Kepala Dinas Pendidikan Jombang, Woor Windari, mengingatkan bahwa pemanfaatan aset sekolah harus sangat hati-hati dan tunduk pada regulasi, termasuk UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa serta PP No. 16 Tahun 2016 tentang Barang Milik Daerah (BMD).
Sementara itu, Danramil 0814/01 Jombang Kota Kapten Arh Hery Setyawan mengimbau semua pihak mengedepankan musyawarah dan mufakat, namun belum menyampaikan pernyataan spesifik terkait dugaan tindakan oknum anggotanya.
Hingga rapat ditutup, belum tercapai kesepakatan. Warga menyatakan akan terus mengawal kasus ini, khususnya pemulihan trauma siswa dan perlindungan hak pendidikan anak. BNN.id menegaskan pentingnya penyelesaian yang berkeadilan, beradab, dan berorientasi pada keselamatan serta masa depan generasi bangsa. (Red)
Editor : Red







