Jombang,Time of Java.com-
Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Bank Jombang terus dipacu. Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan pemerintah daerah serius memperkuat peran bank daerah ini sebagai penggerak ekonomi rakyat sekaligus penopang pendapatan asli daerah (PAD).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dalam rapat paripurna jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD, Kamis (11/9/2025),Timeofjava.com-
“Warsubi memastikan seluruh masukan, pertanyaan, dan saran anggota dewan telah ditanggapi secara detail. Ia menyebut, kehadiran PT BPR Bank Jombang (Perseroda) nantinya diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, pemerataan pembangunan daerah, serta mempertebal kas daerah.
“Selain itu, salah satu tujuan BPR Bank Jombang juga untuk memperkuat pembiayaan usaha mikro secara efektif, efisien, dan berdaya guna,” tegasnya.
“Warsubi juga menjelaskan skema kredit untuk perangkat desa. Menurutnya, pola pemotongan angsuran di muka menyesuaikan sistem penerimaan Siltap yang diterima bulanan, sekaligus mengurangi risiko keterlambatan pembayaran. Sementara itu, untuk pencairan dana dalam jumlah besar di kantor kas, pihak bank mensyaratkan konfirmasi satu hari sebelumnya. “Karena kantor kas tidak boleh menyimpan uang dalam jumlah besar di akhir hari, sehingga perlu disiapkan dari kantor induk,” ujarnya.
Kontribusi BPR Bank Jombang terhadap PAD juga terus naik dalam tiga tahun terakhir. Tahun 2022 tercatat Rp3,89 miliar, tahun 2023 meningkat menjadi Rp5,35 miliar, dan tahun 2024 melonjak hingga Rp8,33 miliar.
“Ketua DPRD Jombang, Hadi Atmaji, menyambut baik jawaban bupati yang dinilai sudah menyeluruh atas pemandangan umum fraksi. “Tinggal satu kali rapat paripurna lagi, Raperda tentang Perseroda BPR Bank Jombang segera disahkan,” pungkasnya. (Time)







