Posyandu Bertransformasi, Desa Berdaya: Pesan Utama Rakornas 2025 22-9-2025

- Editor

Senin, 22 September 2025 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jombang,Timeofjava.com-

Posyandu selama ini dikenal dengan wajah sederhana: balai kecil di sudut desa, meja timbang bayi, catatan kesehatan ibu hamil, hingga ruang singgah bagi lansia. Namun dari kesederhanaan itulah lahir denyut kehidupan masyarakat yang sehat.

 

ADVERTISEMENT

Iklan Bos

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Posyandu 2025 di Grand Mercure Ancol, Jakarta, Senin (22/9/2025), mengangkat semangat transformasi.

Dengan tema “Penguatan Transformasi Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat”, Rakornas menekankan pentingnya enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Posyandu, agar layanan kesehatan hadir nyata di ruang hidup warga desa, bukan hanya di kota besar.

 

Rakornas dibuka dengan registrasi peserta pada Minggu (21/9) sore, dilanjutkan Senin pagi dengan menyanyikan Indonesia Raya, doa, dan pemutaran video Posyandu dengan enam bidang SPM.

Sementara itu, Ketua Posyandu Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, menyebut Posyandu kini lebih dari sekadar tempat menimbang balita.

 

“Posyandu kini menjadi rumah kecil bagi semua, dari ibu hamil hingga lansia. Transformasi Posyandu berarti membangun generasi yang lebih sehat dan mandiri. Ini bukan sekadar program kesehatan, tapi gerakan masyarakat untuk saling menjaga,” ujarnya.

 

Yuliati menekankan Posyandu ke depan harus bisa menjadi ruang nyata kolaborasi antara pemerintah, kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

 

“Setiap anak, ibu, dan lansia harus merasakan manfaat Posyandu. Sinergi ini kunci kekuatan desa. Jika Posyandu kuat, desa pun akan kuat,” tegasnya.

 

Tadi dalam Rakornas, lanjut Yuliati, dibahas juga mengenai penataan kelembagaan Posyandu untuk percepatan penurunan stunting, penyamaan persepsi regulasi terbaru, dan diseminasi internasionalisasi program.

 

“Ini selaras juga dengan program pemerintah kabupaten Jombang yang mengedepankan program percepatan penurunan angka stunting,” lanjutnya.

 

Selepas istirahat siang barulah Menteri Dalam Negeri menjadi keynote speaker dengan materi “Kebijakan Kementerian Dalam Negeri dalam Implementasi Posyandu 6 Bidang SPM Mendukung Program Prioritas Presiden”.

 

Ketua TP Posyandu Pusat, Tri Suswati Karnavian, menekankan sinergi TP Posyandu daerah dengan dinas terkait seperti Kesehatan, Pendidikan, Sosial, Perkim, PUPR, Satpol PP, dan lainnya. Ia menambahkan, ke depan kader Posyandu tidak lagi merangkap sebagai kader PKK, menandai penguatan profesionalisasi layanan.

 

Mendagri Muhammad Tito Karnavian membuka Rakornas sebagai Penasihat Tim Pembina Posyandu Pusat. Ia menyatakan Posyandu telah bertransformasi menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa. “Posyandu bukan hanya obyek, tapi subyek pembangunan di desa,” tegasnya.

 

Fokus utama Rakornas adalah implementasi layanan Posyandu dengan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Sekretaris Umum Tim Pembina Posyandu, Dr. Hari Nur Cahya Murni, memaparkan transformasi mencakup layanan, kelembagaan, dan pembinaan. Keenam bidang SPM meliputi:

 

Pendidikan: PAUD, perpustakaan desa, literasi masyarakat.

 

Kesehatan: Layanan promotif dan preventif dari ibu hamil, balita, remaja, hingga lansia.

 

Pekerjaan Umum: Edukasi air bersih, sanitasi, dan pemeliharaan infrastruktur desa.

 

Perumahan Rakyat: Identifikasi rumah tidak layak huni dan edukasi lingkungan serta pemanfaatan pekarangan.

 

Trantibumlinmas: Kesiapsiagaan bencana dan deteksi dini gangguan ketertiban.

 

Sosial: Kesetaraan gender, inklusi sosial, pendataan fakir miskin, dan fasilitasi bantuan sosial.

 

Pemerintah mendorong integrasi program Posyandu ke dalam RPJMD, RKPD, hingga APBD. Dengan 221.428 unit Posyandu dan 1.414.244 kader secara nasional, sinergi pusat-daerah menjadi kunci keberhasilan program prioritas Presiden, yang di Jombang dijalankan oleh para pemimpin setempat.

 

Rakornas Posyandu 2025 memberi pesan sederhana tapi kuat: kesehatan masyarakat tidak lahir dari gedung megah, melainkan dari ruang-ruang kecil yang dikelola dengan cinta, gotong royong, dan komitmen bersama. Dari balai Posyandu di desa, masa depan yang lebih sehat sedang dirajut.(DD)

Komentar Anda

Penulis : DD

Berita Terkait

Masyarakat dan Pemuda Jombang Rukun Bersatu  (PJR BERSATU) Tegas Tolak Pembangunan Tower BTS Ilegal. Penulis: DV PJRB
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Jombang Siap Bersinergi Wujudkan Asta Cita. 27-4-2026
​Disdagrin Jombang buka lelang ulang sewa parkir & toilet Sentra PKL Ahmad Dahlan mulai 22-24 April 2026. 21-April -2026
Perkuat Integritas ASN Pemkab Jombang Gandeng KPK Gelar Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi.
Wujudkan Kenyamanan Bersama:Apresiasi Masyarakat Atas Penataan PKL ALON-ALON JOMBANG 13-April-2026
SMA NEGERI I PRAMBON NGANJUK KERJA BAKTI SERENTAK DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI JADI KABUPATEN NGANJUK KE 1089
Pemkab Jombang Sterilkan Zona Merah dari PKL, Kawasan Alun-Alun Kini Lebih Tertib dan Nyaman

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 08:10 WIB

Masyarakat dan Pemuda Jombang Rukun Bersatu  (PJR BERSATU) Tegas Tolak Pembangunan Tower BTS Ilegal. Penulis: DV PJRB

Senin, 27 April 2026 - 16:57 WIB

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Jombang Siap Bersinergi Wujudkan Asta Cita. 27-4-2026

Rabu, 22 April 2026 - 13:57 WIB

​Disdagrin Jombang buka lelang ulang sewa parkir & toilet Sentra PKL Ahmad Dahlan mulai 22-24 April 2026. 21-April -2026

Sabtu, 18 April 2026 - 19:35 WIB

Perkuat Integritas ASN Pemkab Jombang Gandeng KPK Gelar Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi.

Kamis, 16 April 2026 - 20:57 WIB

Berita Terbaru

Peristiwa

Senin, 11 Mei 2026 - 18:06 WIB

Peristiwa

Senin, 11 Mei 2026 - 17:41 WIB