Kepala Dinas Pertanian Jombang Dorong Kemitraan Usaha dan Penguatan Kelembagaan Pertanian 2025
Kamis,11-November-2025
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jombang-Timeoofjava.com–
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Much Rony,M.M menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui program kemitraan usaha dan pelatihan kelembagaan pertanian–perkebunan tahun 2025. Berbagai kegiatan strategis mulai dari pelatihan DEMPLOT perbenihan tembakau, peningkatan kapasitas kelompok tani, hingga pengembangan kemitraan dengan industri rokok terus digencarkan sebagai upaya mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan petani.
“Menurut Ir. Rony, t
ahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi pertanian Jombang yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan kelembagaan dan penciptaan kemitraan usaha yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa Dinas Pertanian saat ini tengah menyelaraskan seluruh kegiatan dengan 8 program prioritas pembangunan Kabupaten Jombang, di antaranya:

“Jombang Makaryo – Membangun desa dan kota untuk semua, termasuk penguatan ekonomi berbasis pertanian.
Jombang Unggul – Mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, terutama melalui peningkatan kualitas petani.
Jombang Sembodo – Memperkuat ketahanan pangan melalui inovasi dan modernisasi sektor pertanian.
Dalam kegiatan pelatihan kelembagaan dan pengembangan kemitraan 2025 ini, Ir. Rony menekankan pentingnya membangun sinergi antar-lembaga, baik kelompok tani, gapoktan maupun koperasi pertanian. “Kita ingin kelompok tani, gapoktan, dan koperasi menjadi institusi yang tangguh, profesional, dan mampu mengelola usaha pertaniannya secara mandiri,” ujar Ir. Rony. Ia juga menambahkan bahwa kemandirian lembaga tani menjadi kunci agar sektor pertanian mampu menghadapi gejolak pasar dan perubahan iklim yang semakin dinamis.

Selain penguatan kelembagaan, salah satu fokus utama adalah mendorong petani memanfaatkan teknologi dan inovasi. Hal ini mencakup penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), sistem pertanian presisi, pengolahan hasil pascapanen, hingga pengembangan demplot benih unggul seperti tembakau. Program demplot tembakau sendiri menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas bahan baku sekaligus membuka akses kemitraan yang lebih luas dengan industri rokok.

“Kemitraan dengan industri rokok harus memberikan nilai tambah bagi petani, bukan hanya sebagai pemasok tetapi mitra strategis yang mendapatkan kepastian pasar dan peningkatan kualitas produksi,” tegas Ir. Rony.
Kegiatan pelatihan dan pengembangan kemitraan ini diikuti oleh berbagai perwakilan kelompok tani dari sejumlah kecamatan. Para peserta mendapatkan materi terkait manajemen kelembagaan, strategi penguatan usaha tani, akses permodalan, hingga pengelolaan kemitraan berkelanjutan. Dinas Pertanian juga menghadirkan para narasumber berpengalaman untuk memberikan wawasan menyeluruh mengenai tata kelola pertanian modern.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Perwakilan Dari Komisi B- staf Dinas Pertanian, jajaran pejabat struktural, serta perwakilan pemerintah daerah termasuk asisten pemerintahan dan unsur Forkopimkab Jombang. Kehadiran unsur pemerintah daerah menunjukkan dukungan penuh terhadap program-program Dinas Pertanian yang selaras dengan visi pembangunan kabupaten.
Melalui rangkaian program 2025 ini, Ir. Rony optimis sektor pertanian Jombang akan semakin kuat, modern, dan mampu menjadi penopang utama ketahanan pangan daerah. “Dengan kerja sama semua pihak, kami yakin pertanian Jombang akan semakin maju dan menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.(DD/Red)







