Kabupaten Jombang Turut Teken MoU Penguatan Data Statistik Jawa Timur 20-November-2025

- Editor

Jumat, 21 November 2025 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jombang,Timeofjava.com-

Kabupaten Jombang menjadi salah satu daerah yang ikut menandatangani nota kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, serta 37 pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Timur bersama BPS kabupaten/kota. Kegiatan yang digelar di Ballroom Hotel Mercure Malang pada Kamis (20/11/2025) ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pemanfaatan data untuk mendukung pembangunan daerah.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan regional, seperti Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kehadiran pimpinan daerah bersama kepala BPS dari seluruh kabupaten/kota menunjukkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem data yang lebih terintegrasi dan berkualitas.

ADVERTISEMENT

Iklan Bos

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kabupaten Jombang diwakili oleh Wakil Bupati Salmanudin M. Salmanudin, S.Ag., M.Pd., yang secara resmi menandatangani nota kesepakatan bersama BPS Kabupaten Jombang. Turut hadir mendampingi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Kepala Bappeda Kabupaten Jombang, serta Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jombang sebagai bagian dari perangkat daerah yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan data sektoral.

Penandatanganan ini memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas data sektoral dan mendorong terwujudnya kebijakan publik yang lebih akurat, adaptif, dan responsif.

 

Penguatan DTSEN, Mensos Tekankan Kolaborasi Daerah–BPS

 

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menegaskan bahwa pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah daerah dan BPS. “Data ini harus diperbarui bersama. Kalau datanya akurat, intervensi pemerintah akan tepat sasaran dan benar-benar berdampak,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa kesesuaian data dengan kondisi di lapangan akan mempermudah integrasi program pusat dan daerah serta menghindari ego sektoral. Penandatanganan MoU antara pemda dan BPS se-Jawa Timur disebutnya sebagai langkah strategis menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN. “Data kami sudah semakin akurat dibanding enam sampai tujuh bulan lalu, meski belum sepenuhnya sempurna,” tambahnya.

 

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa kolaborasi penguatan data di Jawa Timur semakin mempercepat pemutakhiran DTSEN di seluruh kabupaten/kota. “Kami bersama Gubernur Jawa Timur meluncurkan aplikasi Singosari,” jelasnya.

 

Aplikasi tersebut merupakan hasil kerja sama BPS dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menyajikan data potensi desa. Amalia menekankan bahwa Singosari akan menjadi dashboard lengkap yang dapat dimanfaatkan hingga tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa. “Pemda bisa menggunakan dashboard ini bersama-sama untuk merumuskan kebijakan,” tuturnya.

 

Wakil Bupati Jombang Salmanudin menyampaikan bahwa peningkatan kualitas data merupakan kebutuhan mendasar bagi Kabupaten Jombang. Menurutnya, sektor pertanian, UMKM, perdagangan, hingga industri kreatif membutuhkan perencanaan yang lebih presisi, sehingga data sektoral yang lengkap dan terintegrasi menjadi hal yang sangat penting.

 

MoU ini juga membuka peluang bagi Kabupaten Jombang untuk memperkuat harmonisasi data antarperangkat daerah agar selaras dengan standar provinsi dan nasional. Kehadiran Kepala Dinsos, Bappeda, dan Dinas Kominfo menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan daerah dalam penerapan data terintegrasi.

 

Harmonisasi tersebut diharapkan mampu mempercepat sinkronisasi perencanaan pembangunan dan memastikan kebijakan daerah mendukung agenda strategis Jawa Timur serta pemerintah pusat.

 

Sebagai tindak lanjut, BPS RI berkomitmen memberikan pendampingan teknis, meningkatkan kapasitas SDM statistik daerah, dan memperkuat koordinasi dalam pengelolaan data sektoral. Kabupaten Jombang menjadi salah satu daerah yang diharapkan dapat mengakselerasi penerapan data terintegrasi untuk mendukung efektivitas pembangunan.(Andyk)

Komentar Anda

Penulis : Andyk

Berita Terkait

Masyarakat dan Pemuda Jombang Rukun Bersatu  (PJR BERSATU) Tegas Tolak Pembangunan Tower BTS Ilegal. Penulis: DV PJRB
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Jombang Siap Bersinergi Wujudkan Asta Cita. 27-4-2026
​Disdagrin Jombang buka lelang ulang sewa parkir & toilet Sentra PKL Ahmad Dahlan mulai 22-24 April 2026. 21-April -2026
Perkuat Integritas ASN Pemkab Jombang Gandeng KPK Gelar Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi.
Wujudkan Kenyamanan Bersama:Apresiasi Masyarakat Atas Penataan PKL ALON-ALON JOMBANG 13-April-2026
SMA NEGERI I PRAMBON NGANJUK KERJA BAKTI SERENTAK DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI JADI KABUPATEN NGANJUK KE 1089
Pemkab Jombang Sterilkan Zona Merah dari PKL, Kawasan Alun-Alun Kini Lebih Tertib dan Nyaman

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 08:10 WIB

Masyarakat dan Pemuda Jombang Rukun Bersatu  (PJR BERSATU) Tegas Tolak Pembangunan Tower BTS Ilegal. Penulis: DV PJRB

Senin, 27 April 2026 - 16:57 WIB

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Jombang Siap Bersinergi Wujudkan Asta Cita. 27-4-2026

Rabu, 22 April 2026 - 13:57 WIB

​Disdagrin Jombang buka lelang ulang sewa parkir & toilet Sentra PKL Ahmad Dahlan mulai 22-24 April 2026. 21-April -2026

Sabtu, 18 April 2026 - 19:35 WIB

Perkuat Integritas ASN Pemkab Jombang Gandeng KPK Gelar Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi.

Kamis, 16 April 2026 - 20:57 WIB

Berita Terbaru

Peristiwa

Senin, 11 Mei 2026 - 18:06 WIB

Peristiwa

Senin, 11 Mei 2026 - 17:41 WIB