Insiden Keracunan MBG di Mojokerto, DPRD Jatim Desak Usut Tuntas Pihak SPPG 11-01-2026

- Editor

Minggu, 11 Januari 2026 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mojokerto,Timeofjava.com

Sumardi menegaskan bahwa tujuan utama program MBG sangatlah positif untuk meningkatkan gizi generasi penerus. Oleh karena itu, investigasi tuntas diperlukan agar kesalahan teknis tidak mencederai visi besar program pemerintah tersebut

Menanggapi insiden keracunan massal yang menimpa 261 orang penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto, Anggota Komisi A, DPRD Jawa Timur, Sumardi memberikan respons tegas.

ADVERTISEMENT

Iklan Bos

SCROLL TO RESUME CONTENT

Legislator Jatim tersebut menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.

Sumardi menegaskan pentingnya pemeriksaan mendalam terhadap seluruh rantai produksi makanan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga alur pengolahan di dapur.

Berdasarkan data lapangan, tercatat 261 warga terdampak akibat mengonsumsi menu berupa soto ayam yang disediakan.

“Perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses yang ada di SPPG, mulai dari alur masak hingga kandungan nutrisi dalam menu tersebut. Masalah kesehatan anak-anak adalah prioritas yang tidak boleh dianggap sepele,” uajar politisi Golkar yang karib disapa Cak Sumardi itu saat meninjau pasien keracunan, pada Ahad (11/1/2026).

Selain kualitas bahan, ia juga meminta untuk memperhatikan aspek teknis seperti durasi antara waktu memasak dan penyajian.

Ketepatan waktu dinilai penting karena perubahan suhu dan durasi penyimpanan dapat memicu pertumbuhan bakteri atau perubahan kandungan kimia dalam makanan.

“Meninjau kembali penerapan Standard Operational Procedure (SOP) yang seharusnya sudah diatur dalam regulasi teknis memasak dan harus mengantisipasi perubahan rasa dan kandungan makanan yang bersifat instan atau diproduksi secara massal,” urainya.

Ia juga meminta eksekutif untuk mencari benang merah permasalahan untuk menentukan apakah terjadi kelalaian dalam pelaksanaan di lapangan.

Sumardi menegaskan bahwa tujuan utama program MBG sangatlah positif untuk meningkatkan gizi generasi penerus. Oleh karena itu, investigasi tuntas diperlukan agar kesalahan teknis tidak mencederai visi besar program pemerintah tersebut.

“Jangan sampai program yang tujuannya sangat baik ini terhambat oleh kebijakan atau pelaksanaan yang tidak tepat. Harus ada langkah hukum dan administratif jika ditemukan kesalahan fatal agar kejadian ini menjadi pelajaran bersama,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melakukan investigasi mendalam terkait insiden keracunan massal yang menimpa ratusan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun hingga Ahad (11/1/2026), total korban tercatat mencapai 261 orang.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat meninjau kondisi korban di Pondok Pesantren Ma’had An Nur dan RSUD Prof. dr. Soekandar, memaparkan rincian data penanganan medis para korban.

Dari total 261 warga yang terdampak, mencakup siswa hingga orang tua siswa, sebanyak 140 orang telah dinyatakan pulih dan kembali ke rumah masing-masing. Sementara 121 pasien masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Mojokerto.

“Saat ini, fokus utama adalah penanganan medis bagi 121 pasien yang masih menjalani perawatan intensif. Sebanyak 121 orang tersebut tersebar di beberapa titik, termasuk di pondok pesantren, rumah sakit, dan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM),” ujar Emil, Ahad (11/1/2026).

Emil menjelaskan bahwa langkah medis prioritas yang diambil adalah prosedur rehidrasi melalui pemberian cairan infus untuk menjaga stabilitas kondisi fisik pasien.

Selain itu, pemberian obat-obatan penunjang seperti zinc dilakukan guna mempercepat proses pemulihan fungsi pencernaan pasien yang mayoritas mengalami gejala mual akut.

Terkait penyebab keracunan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) tengah melakukan investigasi epidemiologi terhadap menu soto ayam yang dikonsumsi pada Jumat (9/1/2026). Penelusuran juga difokuskan pada rantai pasok dan prosedur pengolahan bahan pangan.

Pemprov Jatim menemukan fakta yang tak wajar, yakni korban tetap mengalami keracunan meski hanya mengonsumsi bagian tertentu dari menu soto ayam MBG. Seperti daging ayam bahkan hanya telur saja.

“Kami menemukan pola bahwa korban tetap terdampak meskipun hanya mengonsumsi bagian tertentu, seperti daging ayam saja atau telur saja. Ini menjadi data krusial untuk menemukan akar permasalahan,” tegas Emil.

Saat ini dinas kesehatan disebutnya juga sedang menguji beberapa hipotesis teknis, di antaranya evaluasi terhadap bahan baku yang dipersiapkan pada H-1 sebelum penyajian dan pemeriksaan pada proses pengemasan dan apakah terdapat kontaminasi pada cangkang telur yang disimpan dalam satu wadah dengan bahan lain.

Insiden ini menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengevaluasi secara menyeluruh sistem pengawasan mutu dalam program Makan Bergizi Gratis.

Wagub Emil menekankan bahwa hasil investigasi ini akan dijadikan landasan dalam penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) penyediaan pangan bagi masyarakat ke depannya. (Goyek)

 

Komentar Anda

Penulis : Goyek

Berita Terkait

MUSCAB PKB JOMBANG 2026( 7) Kadidat  Bersaing  Minggu, 5 April 2026
Ketua Bapemperda DPRD Jombang Pertanyakan Urgensi Perda Pengawasan MBG 4- Maret- 2026
Komisi A DPRD Jombang Dorong Percepatan Realisasi Koperasi Desa Merah Putih  18-02-2026
Peran Strategis Pokir dalam Perencanaan Pembangunan Daerah Redaxi:
Dituduh Minta Fee 30 Persen dari Pokir 2026, Anggota DPRD Jombang Membantah Minggu, 22 Februari 2026 
Forum Lintas OPD Bahas Renja 2027, Sekwan Jombang Serap Masukan Ormas dan Wartawan 20-Februari-2026
Transparansi Seleksi JPT Jombang Dipertanyakan, Isu Jual Beli Jabatan Mencuat 11 Februari 2026,
DPRD Jombang Prioritaskan Pengamanan Aset Panglungan Seluas 88,9 Ha, Program CSR Non Bujeter,   Kamis -12-Feb -2026

Berita Terbaru

Peristiwa

Puluhan Motor Balap Liar Diamankan, Respons Cepat Polsek Warujayeng Jawab Keluhan Warga Senin-06-April-2026 Nganjuk-Time of Java com- Upaya keras Polsek Warujayeng dalam memberantas aksi balap liar di wilayah hukumnya membuahkan hasil. Puluhan sepeda motor yang diduga digunakan untuk balapan liar berhasil diamankan sebagai bentuk respons atas keluhan masyarakat yang masuk melalui layanan darurat 110, Senin (6/4/2026). Kegiatan penindakan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Nganjuk dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, khususnya dari gangguan balap liar yang meresahkan masyarakat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa pihaknya akan terus merespons cepat setiap aduan masyarakat, termasuk melalui layanan darurat 110. “Setiap laporan dari masyarakat, terutama yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan seperti balap liar, akan kami tindak lanjuti dengan cepat dan tegas. Ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ujarnya. Dengan adanya penindakan ini, diharapkan dapat memberikan efek jera kepada para pelaku serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat pengguna jalan, khususnya pada malam hari. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan patroli dan penyisiran di sejumlah titik rawan yang kerap dijadikan lokasi balap liar. Puluhan kendaraan yang diamankan kemudian dibawa ke Mapolsek Warujayeng untuk dilakukan pendataan dan penindakan lebih lanjut. Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaidi, S.H., menambahkan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli rutin serta mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam aksi balap liar. “Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pemuda, untuk tidak melakukan balap liar karena sangat berbahaya. Jika menemukan adanya aktivitas tersebut, segera laporkan melalui layanan 110 agar bisa segera kami tindak lanjuti,” tegasnya. Penindakan ini menjadi wujud nyata sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, serta diharapkan mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polsek Warujayeng. (Tarmadi kohtier)

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:36 WIB

Ketua Bapemperda DPRD Jombang Pertanyakan Urgensi Perda Pengawasan MBG 4- Maret- 2026

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:30 WIB

Komisi A DPRD Jombang Dorong Percepatan Realisasi Koperasi Desa Merah Putih  18-02-2026

Jumat, 27 Februari 2026 - 19:50 WIB

Peran Strategis Pokir dalam Perencanaan Pembangunan Daerah Redaxi:

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:54 WIB

Dituduh Minta Fee 30 Persen dari Pokir 2026, Anggota DPRD Jombang Membantah Minggu, 22 Februari 2026 

Jumat, 20 Februari 2026 - 10:15 WIB

Forum Lintas OPD Bahas Renja 2027, Sekwan Jombang Serap Masukan Ormas dan Wartawan 20-Februari-2026

Berita Terbaru

Peristiwa

Puluhan Motor Balap Liar Diamankan, Respons Cepat Polsek Warujayeng Jawab Keluhan Warga Senin-06-April-2026 Nganjuk-Time of Java com- Upaya keras Polsek Warujayeng dalam memberantas aksi balap liar di wilayah hukumnya membuahkan hasil. Puluhan sepeda motor yang diduga digunakan untuk balapan liar berhasil diamankan sebagai bentuk respons atas keluhan masyarakat yang masuk melalui layanan darurat 110, Senin (6/4/2026). Kegiatan penindakan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Nganjuk dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, khususnya dari gangguan balap liar yang meresahkan masyarakat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa pihaknya akan terus merespons cepat setiap aduan masyarakat, termasuk melalui layanan darurat 110. “Setiap laporan dari masyarakat, terutama yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan seperti balap liar, akan kami tindak lanjuti dengan cepat dan tegas. Ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ujarnya. Dengan adanya penindakan ini, diharapkan dapat memberikan efek jera kepada para pelaku serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat pengguna jalan, khususnya pada malam hari. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan patroli dan penyisiran di sejumlah titik rawan yang kerap dijadikan lokasi balap liar. Puluhan kendaraan yang diamankan kemudian dibawa ke Mapolsek Warujayeng untuk dilakukan pendataan dan penindakan lebih lanjut. Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaidi, S.H., menambahkan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli rutin serta mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam aksi balap liar. “Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pemuda, untuk tidak melakukan balap liar karena sangat berbahaya. Jika menemukan adanya aktivitas tersebut, segera laporkan melalui layanan 110 agar bisa segera kami tindak lanjuti,” tegasnya. Penindakan ini menjadi wujud nyata sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, serta diharapkan mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polsek Warujayeng. (Tarmadi kohtier)

Senin, 6 Apr 2026 - 15:55 WIB