Jombang,Timeofjava.com-
saat sidak proyek pasar DPRD Kabupaten Jombang, Jawa Timur menyoroti lambatnya kemajuan dua strategi proyek yang dikerjakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek kedua tersebut adalah rehabilitasi Pasar Ploso dan pembangunan Pasar Buah di Sub Terminal Ploso, yang kini memasuki tahap akhir namun progres fisiknya baru mencapai 88 persen.
“Kontrak pengerjaan dua proyek pasar tersebut diketahui akan berakhir pada 25 Desember 2025. Kondisi itu dinilai berisiko menimbulkan keterlambatan penyelesaian jika tidak dilakukan percepatan.
“Dengan sisa kemajuan 12 persen dan waktu kurang dari satu bulan, proyek ini berpotensi tidak selesai tepat waktu bila tidak dikebut,” ujar anggota Komisi C DPRD Jombang, Syaifullah, Senin (8/12 2025).
Ia menegaskan rehabilitasi Pasar Ploso Jombang dikerjakan oleh CV Panama asal Sampang dengan nilai kontrak Rp 4 miliar. Sementara pembangunan Pasar Buah Sub Terminal Ploso dilaksanakan CV Jokotole Surabaya dengan nilai Rp 3,7 miliar.
Untuk itu komisi C meminta Disdagrin memastikan seluruh material dan tenaga kerja tersedia agar proses pengerjaan bisa dipercepat tanpa mengorbankan kualitas bangunan. Pengawasan mutu diminta diperketat pada tahap akhir pekerjaan.
“Tidak boleh ada pekerjaan terburu-buru yang justru menurunkan kualitas bangunan pasar. Ini fasilitas ekonomi masyarakat, harus selesai tepat waktu dan berkualitas baik,” tegas Syaifullah.
Komisi C juga membuka kemungkinan melakukan pengecekan langsung ke lokasi apabila dalam beberapa hari ke depan kemajuan tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Sementara itu, Kepala Disdagrin Jombang, Suwignyo, memastikan pengerjaan terus dikebut oleh kontraktor. Ia menyebut pemasangan ACP pada dua proyek pasar telah berjalan dan tinggal menyelesaikan beberapa pekerjaan finishing.
“Minggu depan diupayakan bisa rampung,” tutupnya.(Time)
Penulis : Time







