Jombang,Time ofjava.com-
Pemkab Jombang telah mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2025 sebesar Rp 10 miliar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Anggaran sebesar itu disiapkan untuk dana cadangan terjadinya kejadian luar biasa, semisal bencana banjir dan longsor. Hingga awal Desember, dana BTT baru terserap sekitar Rp 4 miliar.
Bupati Jombang Warsubi menjelaskan, dana BTT disiapkan sebagai cadangan penanganan kejadian luar biasa, terutama bencana hidrometeorologi yang sering terjadi pada musim hujan.
”Sudah kita anggarkan di BTT sebesar Rp 10 miliar untuk 2025. Sampai hari ini yang terserap sekitar Rp 4 miliar untuk penanganan bencana sejak Januari hingga sekarang,” kata Bupati Warsubi, Kamis (4/12).
Ia mencatat, anggaran BTT sebesar Rp miliar digunakan dalam menangani beberapa bencana seperti banjir yang melanda wilayah Kecamatan Mojoagung dan Kesamben beberapa waktu lalu, serta bencana tanah longsor di Kecamatan Wonosalam.
“Menurutnya, anggaran yang tersisa hingga kini tetap disiagakan di kas daerah untuk mengantisipasi jika terjadi bencana susulan.
“Anggaran ini masih siaga di kas daerah. Kalau sampai akhir tahun tidak terserap, nanti akan masuk SiLPA. Mudah-mudahan tidak ada bencana lagi, dan Jombang tetap aman serta kondusif,” tegas Warsubi.
Di sisi lain, Pemkab Jombang juga terus memproses rencana penyediaan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam.
Pengadaan lahan untuk pembangunan Huntap kini masih berjalan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
”Untuk rencana pendirian hunian tetap, rumah Huntap masih berproses. Kita sudah ke Pemprov Jatim, dan sekarang prosesnya terus berjalan,” terang Bupati Warsubi.(Red)







