Reporter By Pji(persatuan Jurnalis Indonesia(Kohtier)
Can Nganjuk
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sidoarjo -Time of Java.com
Seorang wali murid kecewa dari TK Aisyiyah Balongbendo, Sidoarjo
MBG ( makan Bergizi Gratis ) yang menggunakan anggaran APBN khususnya dari dana alokasi dari dunia pendidikkan dan kesehatan, tujuannya memberikan makan bergizi anak gratis dari pemerintah untuk menjaga anak sekolah tidak mengalami kekurangan gizi.
Kenyataannya ada orang tua wali murid kecewa atas pemberian makan bergizi kepada anaknya karena menurutnya diduga pelaksana dari MBG semata mengedepankan PROVIT ( keuntungan ) mengabaikan standar pemenuhan gizi yang ideal.
“Mohammad Romzul Islam SH , juga berprofesi sebagai advokad, kecewa dan prihatin terhadap SPPG untuk anak TK Aisyiyah Balongbendo yang dibagikan secara rapel pada hari senin tgl 23 hingga rabu tgl 25 Februari 2026 yang diberikan 1 kali pada hari rabu tgl 25 februari 2026, menu diberikan hanya berisi: roti kecil, donat, pastel kering kecil, 1 telor rebus, 1 buah jeruk santang kecil & 2 susu 110ml, dan tahu goreng kecil.
Menurut Romi:
” Saya kecewa pemberian MBG dengan menu serampangan tidak memenuhi zat Gizi yang ideal untuk makan siang anak usia TK. Hal demikian tentu program pemerintah yang baik dinodai oknum pialang ekonomi yang ceroboh dan tidak paham MBG, idealnya keperuntukannya seperti apa dan tujuan negara untuk apa. Harga total diperkirakan sekitar 12.500 saja untuk MBG selama 3 hari, sedangkan dana APBN untuk program MBG sekitar 15.000 per porsi perhari. Hal demikian itu sudah keterlaluan, pemerintah khususnya yang bertanggungjawab terhadap program MBG jangan hanya diam melihat keadaan demikian, pencegahan itu lebih penting agar masyarakat mendukung program pemerintah, jika demikian itu masyarakat bisa mungkin anti tesis terhadap program tersebut, akan kecewa dan menolak program MBG” ungkap Romi.
Menurut Romi “Bahwa MBG dengan menu demikian itu
jauh dari bergizi, karena tidak punya kelayakan untuk gizi program 3hari anak Indonesia umumnya dan anak TK Aisyiyah Balong Bendo Sidoarjo khususnya” tambahnya
Romi menyampaikan bahwa Kejadian tersebut sudah dilaporkan ke WA call center BGN RI, belum ada tanggapan
(Kohtier)
Penulis : PJI Kohtier







