Jombang,Timeofjava.com-
Kondisi trotoar di kawasan Alun-Alun Jombang, khususnya di sisi selatan tepatnya di depan Stasiun Kereta Api Jombang, kini menjadi sorotan warga. Kerusakan yang terjadi pada jalur pedestrian tersebut dinilai kurang sedap dipandang mata, bahkan kerap dikeluhkan karena mengganggu kenyamanan pengguna jalan maupun pejalan kaki.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan di lapangan, sejumlah bagian trotoar terlihat pecah, bergelombang, dan tidak rata. Kondisi ini semakin terasa mengganggu terutama pada hari Minggu, ketika kawasan tersebut dipadati masyarakat yang mengikuti kegiatan Car Free Day (KFD). Ratusan warga biasanya memanfaatkan area alun-alun untuk berolahraga, berjalan santai, maupun sekadar menikmati suasana pagi bersama keluarga.
“Kalau hari Minggu, ramai sekali orang berjalan di sini. Tapi trotoarnya rusak, jadi kurang nyaman. Selain tidak enak dipandang, juga bisa membahayakan karena ada bagian yang menonjol dan rusak,” INDRA& BAGDAD, salah seorang pengunjung Alun-Alun Jombang, Jumat (19/9/2025). timeofjava.com

“Selain kawasan depan stasiun, keluhan serupa juga muncul terhadap kondisi trotoar di depan SMP Negeri 2 Jombang, tepatnya di sisi selatan kawasan Pojok. Di lokasi ini, sejumlah jalur pedestrian justru tertutup pot bunga berukuran besar. Bukannya memperindah, keberadaan pot tersebut malah mempersempit ruang gerak pejalan kaki. Apalagi, kondisi trotoarnya juga mengalami kerusakan yang cukup parah.
“Kalau depan SMPN 2 itu tidak begitu rusak Cuma . Selain rusak, ditutup pot bunga. Jadi pejalan kaki sering turun ke jalan, padahal berbahaya karena lalu lintas padat,” keluh Hari Lecep warga sekitar.
“Kerusakan trotoar di dua titik strategis itu membuat banyak pihak meminta perhatian serius dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang. Pasalnya, trotoar bukan hanya berfungsi sebagai fasilitas pejalan kaki, tetapi juga menjadi elemen estetika kota yang mencerminkan wajah Jombang sebagai kota santri sekaligus pusat perlintasan jalur kereta api.
“Trotoar ini wajah kota. Apalagi letaknya di depan stasiun dan alun-alun, yang pasti dilihat banyak orang, termasuk pendatang. Sangat disayangkan jika kondisinya rusak dan dibiarkan terlalu lama,” tegas H LUKMAN, pengamat tata kota Jombang.
“Masyarakat berharap agar PUPR segera melakukan perbaikan menyeluruh. Selain memperhatikan kualitas material agar trotoar lebih tahan lama, penataan juga diharapkan memperhatikan kenyamanan pengguna, termasuk akses bagi difabel.
Alun-Alun Jombang sendiri merupakan ikon kabupaten yang setiap hari ramai dikunjungi. Kawasan ini menjadi pusat kegiatan masyarakat, mulai(Red)







