Mojokerto,Time of Java.com
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto berujung petaka. Sekitar 150 santri dan pelajar dari berbagai sekolah di bawah naungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayah, Kecamatan Kutorejo, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap menu soto ayam pada Jumat (9/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga Sabtu (10/1/2026), Timeofjava.
“Puluhan korban masih menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan akibat gejala klinis yang memburuk.
Peristiwa bermula saat para santri mengonsumsi paket makan siang yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan ponpes. Menu yang disajikan adalah soto ayam dengan tampilan yang dinilai tidak lazim.
“Daging ayamnya tidak disuwir seperti soto pada umumnya, melainkan dicacah dengan bumbu kecap pekat mirip toping mi ayam,” ungkap salah seorang santriwati saat ditemui di Puskesmas Gondang.
Reaksi tubuh mulai dirasakan para santri secara bertahap sejak Jumat malam. Gejala berupa mual, muntah, demam, pusing, hingga diare akut membuat suasana di pesantren mencekam.
Puncaknya, pada Sabtu pagi, evakuasi besar-besaran dilakukan karena jumlah korban terus bertambah.
Kepala UPT Puskesmas Gondang, dr. Rohmatun Naja, mengonfirmasi lonjakan pasien yang masuk sejak pukul 09.30 WIB.
“Benar, ada dugaan keracunan massal. Hingga saat ini, kami fokus pada stabilisasi kondisi pasien yang mengalami dehidrasi akibat muntah dan diare,” jelasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebaran pasien meliputi Puskesmas Gondang 17 santri dan 1 ustazah. Fasilitas kesehatan lain seperti Puskesmas Pacet, Bangsal, Kutorejo, RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojosari, dan RS Sumberglagah dan penanganan mandiri sekitar 100 santri dengan gejala ringan masih dalam pantauan tim medis di dalam area pondok pesantren.
Korban tercatat berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP/MTs hingga SMA/MA di lingkungan Ponpes Al-Hidayah, Maahad Annur, hingga siswa dari SMPN 2 Kutorejo yang turut menerima distribusi makanan tersebut.
Menanggapi insiden serius ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Fokus utama investigasi adalah prosedur pengolahan makanan di SPPG yang diduga dikelola oleh pihak pesantren.
Sampel soto ayam telah diambil untuk diuji di laboratorium kesehatan guna mengidentifikasi keberadaan bakteri pathogenic atau zat berbahaya lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil uji laboratorium, sementara pengawasan medis ketat terus diberlakukan di seluruh titik perawatan. (Goyek)
Penulis : Goyeh







