Ploso, Jombang Terendam Banjir Disebabkan Sungai Marmoyo Meluap. 19-11-2025

- Editor

Kamis, 20 November 2025 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jombang.Timeofjava.com-

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Ploso sejak Selasa (18/11/2025) hingga Rabu dini hari (19/11/2025) menyebabkan banjir besar di Dusun Pagerongkal, Desa Pagertanjung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Banjir yang dipicu meluapnya Sungai Marmoyo itu merendam permukiman warga sejak pukul 03.00 WIB dengan ketinggian air mencapai 40 centimeter hingga 1 meter.

ADVERTISEMENT

Iklan Bos

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir dipicu curah hujan tinggi mulai pukul 16.00 WIB, ditambah kondisi Sungai Marmoyo yang dangkal sehingga air meluap saat debit meningkat tajam pada pukul 01.00 WIB. Air kemudian masuk ke permukiman, merendam jalan desa dan rumah warga di lima RT wilayah RW 1 Dusun Pagerongkal.

 

“Air tiba-tiba naik sekitar jam tiga dini hari. Begitu bangun, rumah saya sudah kemasukan air setinggi paha orang dewasa,” ungkap Rifan (62), salah satu warga terdampak.

Ia menyebutkan bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah dibanding beberapa kejadian sebelumnya. “Biasanya tidak separah ini. Tapi sekarang banyak rumah yang terendam sampai hampir satu meter,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah segera melakukan normalisasi Sungai Marmoyo yang dinilai terlalu dangkal dan rawan meluap saat musim hujan.

“Kami ingin ada perhatian lebih. Sungainya perlu dikeruk, karena kalau tidak, tiap tahun ya banjir lagi,” terang Rifan.

Ketua RT setempat, Wage, membenarkan bahwa banjir kali ini jauh lebih besar dibanding kejadian sebelumnya. “Yang paling parah di RT 2. Hampir semua rumah terdampak. Kalau ditotal, ada ratusan rumah yang kemasukan air,” ujarnya.

Wage mengatakan, warga sudah berkali-kali mengalami banjir, namun tahun ini debit air yang masuk permukiman sangat tinggi.

Tidak ada warga yang mengungsi dalam kejadian ini, namun setidaknya data dari Ketua RT setempat menyebut jumlah rumah yang terdampak bisa mencapai ratusan unit di wilayah tersebut.

Pantauan di lokasi siang hari menjelang sore, air mulai surut dengan ketinggian tersisa 20–30 centimeter. Namun warga diminta tetap waspada mengingat potensi hujan susulan masih cukup tinggi.

 

“Kami juga berkoordinasi dengan warga dan mengimbau agar tetap siaga, karena hujan belum sepenuhnya reda,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, BPBD dan perangkat desa masih mendata kerugian serta memantau kondisi lapangan untuk mengantisipasi banjir susulan.(Time)

Komentar Anda

Penulis : Time

Berita Terkait

Panen Raya Kedelai di Nganjuk, di Hadiri Ketua  Komisi IV DPR RI Ibu Titik Prabowo dan Beberapa Pejabat Tinggi Negara  Penulis:Tarmadi Kohtier
Masih Nekat Lawan Arus Meski Sudah Diperingatkan, Pengendara di SP4 Sate Ditindak ETLE Handheld
SH Terate Batang Dominasi O2SN Pencak Silat 2026, Borong 10 Podium Juara Penulis:Tarmadi K
MUSDES PILKADES ANTAR WAKTU DESA KEPUHKEMBENG, ANIS PRASETYO ARI TERPILIH MENJADI KEPALA DESA Minggu-10-Mey-2026:10;00 Jombang-Time of Java com
MUSDES PILKADES ANTAR WAKTU DESA KEPUHKEMBENG, ANIS PRASETYO ARI TERPILIH MENJADI KEPALA DESA Minggu-10-Mey-2026:10;00

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:20 WIB

Panen Raya Kedelai di Nganjuk, di Hadiri Ketua  Komisi IV DPR RI Ibu Titik Prabowo dan Beberapa Pejabat Tinggi Negara  Penulis:Tarmadi Kohtier

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:22 WIB

Masih Nekat Lawan Arus Meski Sudah Diperingatkan, Pengendara di SP4 Sate Ditindak ETLE Handheld

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:31 WIB

SH Terate Batang Dominasi O2SN Pencak Silat 2026, Borong 10 Podium Juara Penulis:Tarmadi K

Senin, 11 Mei 2026 - 18:06 WIB

Senin, 11 Mei 2026 - 17:41 WIB

Berita Terbaru

Peristiwa

Senin, 11 Mei 2026 - 18:06 WIB

Peristiwa

Senin, 11 Mei 2026 - 17:41 WIB