Jombang,Timeofjava.com-
Proyek pengaspalan di Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan dokter Sutomo Jombang sempat menjadi sorotan warga. Banyak yang mempertanyakan alasan dua ruas yang dinilai masih cukup mulus tersebut kembali diaspal, sementara sejumlah jalan lain di Jombang masih mengalami kerusakan dan berlubang.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Bina Marga, Agung Setiaji, memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa pekerjaan tersebut merupakan kegiatan pemeliharaan rutin, bukan proyek baru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Maksudnya itu kegiatan rutin kami. Dua tahun yang lalu, Jalan KH Wahid Hasyim, terutama yang sebelah Lapas, juga kami lakukan pemeliharaan. Jadi sifatnya spot-spot, bukan langsung satu paket baru dan bukan menerus,” jelas Agung saat dikonfirmasi pada Senin (8/12/2025).Timeofjava.com
“Ia menyebutkan bahwa meskipun terlihat mulus, sejumlah titik pada ruas tersebut sudah mengalami retak-retak, sehingga perlu dilakukan penanganan agar kerusakan tidak membesar.
“Kami punya dokumentasinya. Kalau dilihat, beberapa spot memang sudah retak-retak. Kalau tidak kami perbaiki sekarang, nanti bisa semakin rusak dan membahayakan pengguna jalan,” katanya.
Agung juga menegaskan bahwa pemeliharaan tidak dilakukan setiap tahun, tetapi berdasarkan kondisi lapangan serta prioritas penanganan. Selain itu, pihaknya juga menerima laporan masyarakat terkait kondisi Jalan KH Wahid Hasyim.
“Ada juga netizen atau masyarakat yang berkirim surat kepada kami meminta perbaikan di Jalan Wahid Hasyim, jadi biar imbang. Pada prinsipnya semua sesuai prioritas, tidak pilih-pilih,” lanjut Agung.
Diketahui, pemeliharaan jalan tersebut dilakukan pada dua lokasi, yakni Jalan dr. Sutomo dengan Panjang 514 meter dan Jalan KH Wahid Hasyim, segmen I 199 meter, serta segmen II 143 meter.
Total nilai pengerjaan kedua ruas tersebut mencapai Rp 1.007.602.981, dengan pelaksana pekerjaan oleh CV Lindajaya Konstruksi.
Agung menjelaskan bahwa sebenarnya panjang keseluruhan ruas yang masih rusak masih ada, namun penanganan tetap dilakukan secara bertahap sesuai hasil evaluasi kondisi jalan.
“Jadi pemeliharaan tersebut tidak semua, sepanjang Jl Wahid Hasyim itu kalau di cek masih ada yang retak-retak, kami juga belum bisa melakukan perbaikan. Yang menurut perhitungan kami itu perlu dilakukan perbaikan ya dilakukan perbaikan,” terangnya.
Menyoal banyaknya jalan lain di Jombang yang masih rusak, Agung memastikan bahwa PUPR juga terus melakukan perbaikan melalui tim mandor jalan yang berpatroli setiap hari.
“Tim mandor jalan itu setiap hari keliling. Mereka bekerja, hanya saja tidak terlalu terlihat publik seolah-olah kami tidak melakukan penanganan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kerusakan jalan yang cukup banyak tidak bisa diperbaiki sekaligus, sehingga dilakukan bertahap sesuai prioritas dan anggaran.
Jalan Whid HasyimKabar Jombang pupr.(Time)
Penulis : Time







