Jombang,Timeofjava.com-
Menjelang puncak musim penghujan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Jombang intens melakukan normalisasi sungai dan saluran air di sejumlah titik rawan banjir. Upaya ini merupakan langkah antisipatif untuk mengurangi potensi tersimpan dan kerugian yang sering dialami warga saat curah hujan tinggi.
Salah satu lokasi yang menjadi prioritas adalah Afvoer Watudakon di Kecamatan Kesamben. Saluran ini berperan penting dalam mengalirkan hujan udara, namun sering meluap dan menyebabkan banjir yang merendam organisasi serta lahan pertanian warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mu’alim, Juru Pengairan UPT PSDA Kecamatan Kesamben, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyetujui instruksi Dinas PUPR Jombang untuk melakukan langkah-langkah pencegahan sebelum banjir datang.
“Kami tidak menunggu banjir datang. Normalisasi sungai dan afvoer adalah program prioritas kami jelang musim hujan. Untuk Afvoer Watudakon, kami sudah menormalisasi sisi ketebalan sepanjang tiga kilometer, dari Dusun Jungkir hingga Dusun Watudakon,” ujar Mu’alim, Sabtu (1/11/2025) .Timeofjava.com-
‘Ia menambahkan, pekerjaan tersebut dilakukan secara kolaboratif dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas untuk mempercepat proses pengerjaan dan memastikan hasil yang optimal. “Selain tim dan alat dari PUPR Jombang, kami juga mendapat dukungan dari BBWS Brantas yang telah menurunkan alat berat sejak 18 Oktober lalu. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Jombang, Sultoni, menyampaikan bahwa normalisasi tidak hanya dilakukan di Afvoer Watudakon, tetapi juga di sejumlah titik lain yang rawan banjir. “Setelah sisi kanan Afvoer Watudakon selesai, tahap berikutnya menyasar sisi kiri. BBWS Brantas juga akan melanjutkan pekerjaan ke arah hulu, meliputi wilayah Dusun Pulosari dan Gongseng di Desa Pojokrejo hingga area belakang Kimia Farma di Desa Jombok,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain Afvoer Watudakon, terdapat empat saluran lain yang turut dinormalisasi, yakni Afvoer Besuk, Afvoer Sukorejo, Afvoer Pilang Hilir, dan Kali Kulak. Menurutnya, program ini bukanlah pekerjaan musiman, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat ketahanan daerah terhadap banjir.
“Target kami adalah menormalisasi seluruh bagian Afvoer Watudakon, baik kanan maupun kiri. Dengan kapasitas saluran yang optimal, aliran air akan lebih lancar sehingga diharapkan mampu mencegah banjir yang selama ini merugikan masyarakat, baik di organisasi maupun lahan pertanian,” tegas Sultoni.
Melalui langkah normalisasi yang dilakukan secara masif ini, Dinas PUPR Jombang berharap ancaman banjir dapat diminimalkan, sekaligus menciptakan sistem pengairan yang lebih efisien dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Jombang.(Red)







