Jombang,Timeofjava.com-
Berbagai prestasi yang diraih Lukman Hidayat MSi MPd tidak datang dengan mudah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dibutuhkan dedikasi ekstra dan perjuangan panjang oleh anak keenam dari tujuh bersaudara pasangan Saemah dan (alm) Soman ini.
Keterbatasan ekonomi karena kedua orangtua hanya bekerja sebagai petani, tidak membuatnya putus asa dalam mengejar cita-cita.
Kegigihan dia tunjukkan sejak dibangku sekolah. Sejak kecil dia berkeinginan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
Baca Juga: Keren! Kepala SMP Negeri di Jombang ini Catat Rekor Muri Dari Karya Puisi
’’Sejak 1989 saat SMA, saya sudah membantu mengajar di MI Raden Patah Cupak. Awalnya menjadi pembina ektrakurikuler Pramuka. Namun setelah satu caturwulan, turut diminta membantu mengajar PMP, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa dan keterampilan kesenian,’’ terangnya.
Setelah lulus SMA, Lukman pindah mengajar ke SDN Asemgede atas permintaan (alm) Suwarto, kepala sekolah waktu itu.
Setahun berikutnya, perjuangan kembali berlanjut saat ia memutuskan kuliah di STKIP PGRI Jombang.
’’Untuk menghemat biaya, saya berangkat dari rumah di Desa Asemgede Kecamatan Ngusikan dengan sepeda pancal hingga ke Desa Tapen Kudu. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan naik angkutan pedesaan,’’ teranhnya.
Hal tersebut dia lakukannya sembari tetap mengajar sebagai guru honorer untuk tambahan biaya kuliah.
Perjuangannya tidak sia-sia. Dia akhirnya mampu melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Serta meningkatkan karir.
Kontribusinya dalam dunia pendidikan mendapat pengakuan dari rekan sejawat dengan memberinya julukan; Guru antar Kota dalam Provinsi.
Hal ini karena dedikasi Lukman dalam mengajar di tiga kabupaten berbeda (Jombang, Lamongan, dan Mojokerto) tetapi masih dalam satu provinsi, Jawa Timur. ’’Bahkan dalam satu minggu, saya harus mengajar di tujuh tempat berbeda,’’ kenangnya.(Red)







