Jombang,Time Of Java.com– Desa Pojok Rejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, menjadi pusat perhatian pada peringatan Hari Tani se-Indonesia yang digelar secara meriah. Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Pojok Rejo, H. Nursan, dengan mengusung semangat kebersamaan serta penghargaan atas jasa para petani sebagai tulang punggung bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Peringatan Hari Tani di Pojok Rejo ini tidak hanya menjadi ajang syukur atas hasil panen, namun juga momentum penting untuk memperkuat solidaritas antar warga desa, khususnya para petani yang selama ini berperan besar dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Sejak pagi, ratusan warga sudah memadati lapangan desa yang menjadi pusat kegiatan.
“Acara dibuka dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setelah itu, H. Nursan dalam sambutannya menegaskan bahwa Hari Tani bukan sekadar seremoni, tetapi juga refleksi perjuangan para petani.

“Petani adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya. Tanpa mereka, kita tidak bisa makan, tidak bisa hidup sejahtera. Maka melalui peringatan ini, kita ingin mengingatkan kembali betapa pentingnya peran petani dalam kehidupan kita semua,” ujar H. Nursan
“Dengan penuh semangat.
Beragam kegiatan turut mewarnai peringatan Hari Tani kali ini. Mulai dari pameran produk pertanian lokal, bazar UMKM, hingga lomba ketangkasan tradisional yang melibatkan para petani dan pemuda desa. Warga tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara, menciptakan suasana guyub yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Selain hiburan, acara ini juga diisi dengan diskusi pertanian yang menghadirkan penyuluh pertanian kecamatan. Mereka memberikan materi tentang inovasi dan teknologi pertanian terbaru, cara meningkatkan hasil panen, serta strategi menghadapi tantangan iklim yang semakin tidak menentu. Hal ini mendapat sambutan positif dari para petani, karena menjadi ruang belajar sekaligus sarana berbagi pengalaman.
“Tak hanya itu, piha
k panitia juga menggelar doa khusus bagi para petani agar senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, dan hasil panen yang melimpah. Suasana haru terasa ketika beberapa petani sepuh diberi penghargaan atas dedikasi mereka selama puluhan tahun menggarap sawah dan ladang.
“H. Nursan menambahkan, ke depan Desa Pojok Rejo berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemberdayaan petani, termasuk akses terhadap pupuk, benih unggul, serta pemanfaatan teknologi tepat guna. Ia berharap, momentum Hari Tani ini menjadi pelecut semangat bagi generasi muda agar tidak meninggalkan sektor pertanian, tetapi justru ikut membangun dan mengembangkannya.
“Acara ditutup dengan kirab budaya desa yang melibatkan kelompok tani, karang taruna, serta ibu-ibu PKK. Mereka menampilkan hasil bumi seperti padi, jagung, dan sayuran yang diarak keliling desa sebagai simbol kemakmuran dan kesuburan tanah Pojok Rejo.
Peringatan Hari Tani di Desa
“Pojok Rejo tahun ini menjadi bukti nyata bahwa petani bukan hanya identik dengan sawah dan cangkul, tetapi juga bagian penting dari identitas bangsa. Dengan semangat gotong royong, masyarakat desa berhasil menyulap peringatan ini menjadi pesta rakyat yang sarat makna.(Red)







