Jombang,Timeofjava.com
Suasana Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, dipenuhi tawa, tepuk tangan, dan lantunan gending gamelan, Kamis (14/8/2025) malam.
“Ratusan warga tumpah ruah di halaman balai desa untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit yang menjadi puncak peringatan Hari Jadi Desa Karangdagangan yang ke 979.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pagelaran ini menghadirkan dalang Metal Jawa, Ki Rudi Gareng dari Blitar yang membawakan lakon Narayana Jumeneng Ratu.
“Lakon tersebut bercerita tentang perjalanan Narayana menuju takhta, yang penuh pesan moral tentang kepemimpinan, pengorbanan, dan keadilan. Sejak layar mulai terbentang hingga larut malam, penonton terlihat antusias mengikuti alur cerita.
‘Tidak hanya wayang kulit, panitia juga menghadirkan pelawak kondang Jawa Timur, Gues Start Cak Percil Cs, sebagai bintang tamu.

“Kehadiran mereka memancing gelak tawa penonton dengan guyonan khas dan improvisasi segar yang membalut pesan-pesan sosial.
“Kepala Desa Karangdagangan, H. Tambit mengatakan, perayaan ini adalah wujud rasa syukur atas sejarah panjang desa dan kekompakan masyarakat.
“Selain untuk melestarikan seni budaya Jawa, kegiatan ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi warga. Kami ingin generasi muda ikut mencintai dan menjaga warisan budaya leluhur,”ujarnya.

“Rangkaian kegiatan Hari Jadi Desa Karangdagangan telah berlangsung sejak awal Agustus, meliputi kerja bakti massal, lomba olahraga, tasyakuran, hingga ritual Piuning Sapta Tirta yang mengambil air dari tujuh sumber mata air.
“Tradisi ini dipercaya sebagai simbol kesucian, kesejahteraan, dan persatuan warga.
Sebelum acara dimulai, dilaksanakan pengumuman pemenang dari acara HUT Kemerdekaan RI ke 80.
Bagi warga, puncak perayaan ini bukan sekadar hiburan, melainkan momentum kebersamaan.
“Saya senang sekali, bisa nonton wayang dan ketemu Cak Percil. Rasanya seperti lebaran kedua,”kata Suyatno, salah satu penonton yang datang bersama keluarganya.
Dengan usia yang mendekati seribu tahun, Desa Karangdagangan terus berupaya menjaga identitasnya sebagai desa yang memegang teguh nilai tradisi di tengah arus modernisasi.
Malam itu, wayang kulit dan tawa warga menjadi penanda bahwa budaya dan kebersamaan masih hidup di hati masyarakatnya.
Hadir pada acara tersebut diantaranya: Forkopimcam Bandarkedungmulyo, Kepala Desa Karangdagangan H. Tambit, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Wor Windari dan Kebudayaan Kabupaten Jombang ,Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Bambang Nurwijanto Kapolsek Danramil.(Red)







