Kadisdibud Jombang : Bahasa Daerah Merupakan Jati Diri Bangsa yang Harus Dijaga Keberadaannya 6 November 2025

- Editor

Sabtu, 8 November 2025 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jombang,Timeofjava.com-

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Jombang menggelar Lomba Bahasa Jawa Jenjang Sekolah Dasar (SD) tahun 2025. Bahasa Jawa Krama sebagai bentuk keteladanan dalam pelestarian bahasa daerah.

ADVERTISEMENT

Iklan Bos

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahasa Jawa tersebut dikemas dengan mengusung tema Lestarikan Budaya Guna Mendukung Karakter Anak Indonesia Hebat bertempat di Ruang Aula 2 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

 

“Lomba Bahasa Jawa dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kadisdibud Kabupaten Jombang Wor Windari.

Kegiatan lomba Bahasa Jawa Jenjang Sekolah Dasar (SD) tahun 2025 merupakan implementasi peraturan gubernur nomor 19 tahun 2014 tentang mata pelajaran bahasa daerah sebagai muatan lokal wajib.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Wor Windari ketika sambutan sekaligus membuka acara.

 

“Minangka tindak lanjut saking kebijakan punika, Dinas Pendidikan lan Kebudayaan Kabupaten Jombang nyelenggarakaken kegiatan pembinaan minat, bakat, lan kreativitas peserta didik lumantar lomba basa jawa punika,” Ucapnya saat sambutan

Menurut Wor Windari, bahasa daerah merupakan jati diri bangsa yang harus dijaga keberadaannya di tengah arus globalisasi titik melalui lomba ini anak-anak diharapkan tidak hanya pandai menggunakan bahasa Jawa tetapi juga memahami nilai-nilai sopan santun, unggah-ungguh, dan tata krama yang terkandung di dalamnya.

Senada dengan Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Rhendra Kusuma. Ia menyampaikan bahwa Lomba Bahasa Jawa jenjang SD tahun 2025 merupakan agenda tahunan disdikbud Jombang dalam upaya menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah sejak usia dini.

 

“Lomba menika boten namung babagan saingan, nanging ugi dados panggung sinau lan ajang nglatih kapitadosan dhiri para siswa sekolah dasar ingkang ngugemi kebudayaan jawa,” sebutnya.

Inilah daftar lomba Bahasa Jawa Jenjang SD tahun 2025, diantaranya Menyanyi Keroncong diikuti 42 siswa (21 putra, 21 putri), macapat diikuti 42 siswa (21 putra, 21 putri), lomba dongeng bahasa jawa diikuti 42 siswa (21 putra, 21 putri).

Sedangkan untuk drama bahasa jawa diikuti 18 kelompok masing-masing terdiri dari 6 siswa, dan fashion show busana jawa yang menampilkan kreativitas dan keanggunan pelajar dalam berbusana adat. Pungkasnya.(Ardi)

Komentar Anda

Penulis : Ardi

Berita Terkait

Jumlah Siswa SD Negeri di Jombang Terus Menurun Sejak 2022, Apa Penyebabnya? Sabtu-4-April -2026
GAN Sosialisasikan Bahaya Narkoba dan Bullying di SMAN 2 Jombang Kamis-2 -April-2026
Tadarrus Al-Qur’an Siswa SD se-Kabupaten Jombang Digelar Perdana, Perkuat Karakter Religius 23 Februari/ 6 Maret-2026
Disdikbud Jombang Gelar Sosialisasi Pemutakhiran Data Sarpras SD, Operator Dapodik Diminta Jaga Akurasi 11-Februai-2026
Disdikbud Jombang Gelar Sosialisasi Pemutakhiran Data Sarpras SD, Operator Dapodik Diminta Jaga Akurasi 11-Februari-2026 Jombang-Timeofjava com- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menggelar Sosialisasi dan Verifikasi Pemutakhiran Data Sarana dan Prasarana (Sarpras) Sekolah Dasar (SD), Rabu pagi (11/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula 1 Disdikbud Jombang tersebut diikuti oleh para operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tingkat SD dari seluruh wilayah Kabupaten Jombang. Acara dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Jombang, Rhendra Kusuma. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya ketelitian dan tanggung jawab dalam pengisian serta pemutakhiran data pada sistem Dapodik. Menurutnya, data siswa maupun data kelembagaan yang tercatat dalam Dapodik harus benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Hal ini karena data tersebut menjadi dasar berbagai kebijakan di bidang pendidikan. “Data siswa dan data lembaga pada Dapodik harus benar-benar valid sesuai dengan kenyataan yang ada. Data itu dijadikan acuan dalam pemberian bantuan, penerbitan ijazah elektronik (e-ijazah), dan berbagai layanan pendidikan lainnya,” tegas Rhendra. Ia menambahkan, ketidaksesuaian data dapat berdampak pada terhambatnya layanan pendidikan bagi sekolah maupun peserta didik. Karena itu, peran operator Dapodik dinilai sangat strategis dalam menjaga kualitas dan validitas data pendidikan. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sebagai narasumber Ahmad Jalalludin. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan teknis verifikasi dan pemutakhiran data sarana prasarana sekolah. Materi yang disampaikan meliputi kesesuaian kondisi bangunan sekolah, ruang kelas, fasilitas pendukung, hingga kelengkapan data sarpras yang harus diperbarui secara berkala dalam sistem Dapodik. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para operator sekolah memiliki pemahaman yang sama terkait pentingnya akurasi data serta mampu melakukan pemutakhiran sesuai prosedur yang berlaku. Dengan data yang valid dan mutakhir, perencanaan program serta penyaluran bantuan pendidikan di Kabupaten Jombang diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran dan efektif.(Andyk)
Disdikbud Jombang Gelar Sosialisasi Pemutakhiran Data Sarpras SD, Operator Dapodik Diminta Jaga Akurasi 11-Februari-2026 Jombang-Timeofjava com- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menggelar Sosialisasi dan Verifikasi Pemutakhiran Data Sarana dan Prasarana (Sarpras) Sekolah Dasar (SD), Rabu pagi (11/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula 1 Disdikbud Jombang tersebut diikuti oleh para operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tingkat SD dari seluruh wilayah Kabupaten Jombang. Acara dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Jombang, Rhendra Kusuma. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya ketelitian dan tanggung jawab dalam pengisian serta pemutakhiran data pada sistem Dapodik. Menurutnya, data siswa maupun data kelembagaan yang tercatat dalam Dapodik harus benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Hal ini karena data tersebut menjadi dasar berbagai kebijakan di bidang pendidikan. “Data siswa dan data lembaga pada Dapodik harus benar-benar valid sesuai dengan kenyataan yang ada. Data itu dijadikan acuan dalam pemberian bantuan, penerbitan ijazah elektronik (e-ijazah), dan berbagai layanan pendidikan lainnya,” tegas Rhendra. Ia menambahkan, ketidaksesuaian data dapat berdampak pada terhambatnya layanan pendidikan bagi sekolah maupun peserta didik. Karena itu, peran operator Dapodik dinilai sangat strategis dalam menjaga kualitas dan validitas data pendidikan. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sebagai narasumber Ahmad Jalalludin. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan teknis verifikasi dan pemutakhiran data sarana prasarana sekolah. Materi yang disampaikan meliputi kesesuaian kondisi bangunan sekolah, ruang kelas, fasilitas pendukung, hingga kelengkapan data sarpras yang harus diperbarui secara berkala dalam sistem Dapodik. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para operator sekolah memiliki pemahaman yang sama terkait pentingnya akurasi data serta mampu melakukan pemutakhiran sesuai prosedur yang berlaku. Dengan data yang valid dan mutakhir, perencanaan program serta penyaluran bantuan pendidikan di Kabupaten Jombang diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran dan efektif.(Andyk)
Tadarrus Al-Qur’an Siswa SD se-Kabupaten Jombang Digelar Perdana, Perkuat Karakter Religius 26-Februari2026
*Kapolres Jombang Ajak Pelajar Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045 dan Hindari Kenakalan Remaja*

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 17:45 WIB

Jumlah Siswa SD Negeri di Jombang Terus Menurun Sejak 2022, Apa Penyebabnya? Sabtu-4-April -2026

Kamis, 2 April 2026 - 15:06 WIB

GAN Sosialisasikan Bahaya Narkoba dan Bullying di SMAN 2 Jombang Kamis-2 -April-2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:53 WIB

Tadarrus Al-Qur’an Siswa SD se-Kabupaten Jombang Digelar Perdana, Perkuat Karakter Religius 23 Februari/ 6 Maret-2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:13 WIB

Disdikbud Jombang Gelar Sosialisasi Pemutakhiran Data Sarpras SD, Operator Dapodik Diminta Jaga Akurasi 11-Februai-2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:04 WIB

Disdikbud Jombang Gelar Sosialisasi Pemutakhiran Data Sarpras SD, Operator Dapodik Diminta Jaga Akurasi 11-Februari-2026 Jombang-Timeofjava com- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menggelar Sosialisasi dan Verifikasi Pemutakhiran Data Sarana dan Prasarana (Sarpras) Sekolah Dasar (SD), Rabu pagi (11/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula 1 Disdikbud Jombang tersebut diikuti oleh para operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tingkat SD dari seluruh wilayah Kabupaten Jombang. Acara dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Jombang, Rhendra Kusuma. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya ketelitian dan tanggung jawab dalam pengisian serta pemutakhiran data pada sistem Dapodik. Menurutnya, data siswa maupun data kelembagaan yang tercatat dalam Dapodik harus benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Hal ini karena data tersebut menjadi dasar berbagai kebijakan di bidang pendidikan. “Data siswa dan data lembaga pada Dapodik harus benar-benar valid sesuai dengan kenyataan yang ada. Data itu dijadikan acuan dalam pemberian bantuan, penerbitan ijazah elektronik (e-ijazah), dan berbagai layanan pendidikan lainnya,” tegas Rhendra. Ia menambahkan, ketidaksesuaian data dapat berdampak pada terhambatnya layanan pendidikan bagi sekolah maupun peserta didik. Karena itu, peran operator Dapodik dinilai sangat strategis dalam menjaga kualitas dan validitas data pendidikan. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sebagai narasumber Ahmad Jalalludin. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan teknis verifikasi dan pemutakhiran data sarana prasarana sekolah. Materi yang disampaikan meliputi kesesuaian kondisi bangunan sekolah, ruang kelas, fasilitas pendukung, hingga kelengkapan data sarpras yang harus diperbarui secara berkala dalam sistem Dapodik. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para operator sekolah memiliki pemahaman yang sama terkait pentingnya akurasi data serta mampu melakukan pemutakhiran sesuai prosedur yang berlaku. Dengan data yang valid dan mutakhir, perencanaan program serta penyaluran bantuan pendidikan di Kabupaten Jombang diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran dan efektif.(Andyk)

Berita Terbaru

Peristiwa

Senin, 11 Mei 2026 - 18:06 WIB

Peristiwa

Senin, 11 Mei 2026 - 17:41 WIB