Nganjuk-Timrofjava.com-
Program pembinaan kemandirian terus dioptimalkan oleh Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Nganjuk melalui budidaya ikan lele dan nila yang dikelola langsung oleh Warga Binaan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemasyarakatan (WBP). Program ini menjadi salah satu unggulan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan produktif dan berkelanjutan.
Saat ini, Rutan Kelas IIB Nganjuk mengelola 4 kolam besar dan 5 kolam kecil yang dimanfaatkan secara optimal untuk budidaya ikan lele dan nila. Pada periode pertama (November–Desember), dilakukan tebar bibit sebanyak 5.500 ekor ikan lele dan nila, dengan hasil panen mencapai 450 kilogram. Capaian ini menunjukkan keberhasilan pengelolaan budidaya yang dilakukan secara disiplin dan terencana oleh warga binaan.
Program budidaya tersebut masih terus berlanjut dan kini memasuki periode kedua (Januari–Februari) serta periode ketiga (Februari–Maret). Keberlanjutan program ini menjadi bukti komitmen Rutan Kelas IIB Nganjuk dalam menciptakan pembinaan kemandirian yang konsisten dan berorientasi pada hasil nyata.

“Pelaksanaan program ini mendapat dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Nganjuk melalui pendampingan teknis dan penguatan aspek budidaya. Sinergi ini mencerminkan kolaborasi positif antara rutan dan pemerintah daerah dalam membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.
Hasil panen ikan lele dan nila diserahkan kepada pihak ketiga untuk diolah di dapur Rutan Kelas IIB Nganjuk sebagai bahan konsumsi warga binaan. Selain itu, sebagian hasil panen juga dibagikan kepada keluarga warga binaan melalui kegiatan bakti sosial yang rutin dilaksanakan setiap bulan, sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus penguatan hubungan emosional antara warga binaan dan keluarganya.

“Program budidaya ini selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan nasional, pembangunan sumber daya manusia, serta dorongan terhadap kemandirian ekonomi berbasis produktivitas.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata 15 Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, terutama dalam penguatan pembinaan kemandirian warga binaan, pemberdayaan potensi rutan dan lapas, serta optimalisasi program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

“Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya, menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi pada proses pembinaan yang berdampak jangka panjang.
“Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan nyata yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat. Pembinaan harus produktif, berkelanjutan, dan berdampak,” ujarnya.
Melalui budidaya ikan lele dan nila ini, Rutan Kelas IIB Nganjuk terus menunjukkan transformasi pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada pemberdayaan, selaras dengan arah kebijakan nasional serta semangat reformasi birokrasi di bidang pemasyarakatan.(.TKohtier)
Penulis : T.Kohtier







